LAPORAN BAZAR
“SYIFANA KESET”
Dibuat oleh :
Nama : Yati Octaviani
NPM : 44209470
Kelas : 2 DA 05
Pada Pekan Diploma yang telah diselenggarakan kemarin oleh pihak kampus Universitas Gunadarma Depok, yakni pada tanggal 25 - 27 mei 2011 kemarin, cukup menarik perhatian mahasiswa dan juga dosen dari kampus Depok. Karena Pekan Diploma yang diadakan oleh kampus Depok banyak diikuti oleh mahasiswa baik Kalimalang dan Depok juga ada pihak luar yang ingin mencoba menpromosikan sekaligus memperluas pasar. Ada berbagai jenis barang juga makanan yang dijual disana. Mulai dari aneka souvenir seperti bros, anting, gelang bahkan ada yang berjualan makanan seperti Pizza, Keripik jamur, makanan khas Jogja serta masih banyak yang lainnya.
Dalam kesempatan ini, kelompok kami “Syifana Keset“ mencoba untuk mempromosikan barang usaha kami yaitu berupa keset dalam bentuk lucu, bantal serta ada tambahan gelang. Pada penjualan hari pertama barang dagangan kami tidak terlalu banyak peminatnya. Mungkin karena barang yang kami bawa sedikit karena kami hanya menjual persediaan stock yang selama ini masih ada selama penjualan beberapa bulan lalu yang tidak berhasil kami jual.
A. Penjualan
Dibawah ini adalah rincian Laporan Keuangan yang terjadi selama proses penjualan produk pada saat bazar.
SYIFANA KESET
Laporan Penjualan Pekan Diploma
Peride 25 – 27 Mei 2011
Bulan Tgl Nama Barang Jumlah Harga Jual/unit Harga Jual
Mei 25 Gelang 1 pcs Rp 7.000,- Rp 7.000,-
26 Keset Kelinci tebal 1 pcs Rp 27.000,- Rp 27.000,-
Gelang 1 pcs Rp 10.000,- Rp 10.000,-
27 Keset Bola Tipis 1 pcs Rp 25.000,- Rp 25.000,-
Bantal Donal Duck 1 pcs Rp 45.000,- Rp 45.000,-
Bantal Srawberry 1 pcs Rp 45.000,- Rp 45.000,-
Gelang 10 pcs Rp 7.000,- Rp 70.000,-
Total Penjualan Rp 229.000,-
B. Pemasaran
Strategi agar syifana keset dapat dikenal oleh konsumen dilakukan beberapa cara :
• Mencoba untuk menawarkan produk dan keliling disekitar kampus
.
E. Kendala
• Karena mahasiswa disekitar kampus kurang begitu antusias dalam pekan diploma ini sehingga minat untuk membeli produk sedikit.
• Keset selama ini dianggap barang yang kurang penting sehingga menurut kebanyakan orang tak perlu bagus apalagi mahal. ini yang mungkin menjadi PR kami saat ini.
• Karena keset bukan merupakan barang habis pakai maka harus terus mencari pembeli baru dalam tiap penjualannya.